Selasa, 22 Januari 2019

Ciri Minyak Goreng Yang Menyehatkan

Ciri Minyak Goreng Yang Menyehatkan

Kini makin banyak jenis minyak goreng di pasaran. Meski sama-sama dari bahan nabati tetapi tak semua minyak goreng menyehatkan untuk jantung.

Menurut Kris Sollid, ahli diet terdaftar sekaligus direktur komunikasi nutrisi di International Food Information Council Foundation, semua minyak goreng mengandung ragam jenis lemak jenuh dan tak jenuh.

Untuk itu, ketahui kandungan lemak jenuh dan tak jenuh dari minyak goreng yang biasa Anda pakai. Anda juga perlu mengetahui penggunaan dari minyak goreng yang tepat.

1. Kandungan lemak jenuh dan tak jenuh minyak goreng


"Beberapa minyak goreng mengandung lebih banyak lemak tertentu, tidak ada minyak goreng yang hanya mengandung satu jenis lemak. Minyak goreng dianggap sehat jika kaya akan lemak tak jenuh. Minyak goreng yang dianggap kurang sehat biasanya mengandung lemak jenuh atau lemak trans yang tinggi," jelas Sollid pada This Is Insider (18/3).

Minyak kanola, zaitun, dan kedelai memiliki campuran lemak tak jenuh yang sehat untuk jantung

2. Kandungan lemak dalam minyak zaitun, kanola, minyak sayur, dan nabati


Karenanya minyak goreng yang dijual bebas seperti minyak kanola, zaitun, dan kedelai masuk dalam daftar minyak goreng sehat. Karena jenis minyak inimengandung lemak tak jenuh yang baik bagi jantung.

"Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal (MUFA) yang tinggi tapi juga mengandung sedikit asam alfa-linolenat (ALA), jenis lemak omega-3 poliunsaturated (PUFA) yang bermanfaat," tutur Sollid. Manfaat lain dari lemak tak jenuh tunggal ialah menurunkan kolesterol LDL.

Sama seperti minyak zaitun, minyak kanola juga sumber MUFA. "Dibanding minyak zaitun, minyak kanola mengandung lebih sedikit MUFA tapi lebih sedikit lemak jenuh dan kaya akan lemak ALA omega-3," tambahnya.

Lebih lanjut Sollid menjelaskan bahwa minyak kanola punya lemak jenuh paling sedikit dan lemak omega-3 ALA paling banyak daripada minyak goreng biasa.

Terakhir, minyak kedelai atau umum disebut minyak sayur. Jenis minyak goreng yang satu ini mengandung lebih sedikit MUFA daripada minyak zaitun. Namun minyak goreng ini kaya akan lemak PUFA dan ALA omega-3. "Asam lemak tak jenuh ganda (seperti Omega-3 dan omega-6) tingkatkan kesehatan tubuh dengan membantu mengurangi kolesterol total dan LDL yang bagus untuk kesehatan jantung," jelas pakar nutrisi itu.

Tak hanya tiga jenis minyak goreng itu, Sollid juga menuturkan jika minyak nabati dan kacang-kacangan mengandung sedikit lemak trans. Karenanya keduanya minyak itu dianggap lebih sehat daripada mentega.

"Manfaat minyak goreng yang menyehatkan jantung jauh lebih penting daripada kekhawatiran soal kandungan lemak trans," kata Sollid. Faktanya, minyak goreng punya sedikit lemak trans dibanding butter atau produk hewani lain yang mengandung lemak trans alami.

3. Sesuaikan jenis minyak goreng dengan makanan yang dimasak


Chef yang sadar soal kesehatan akan memilih minyak goreng berdasarkan apa yang mereka masak. Hal itulah yang dilakukan executive chef di The Little Beet Table, restoran yang bebas sayuran, bebas gluten di New York City dan Chicago, Matt Aita.

Bukan minyak goreng biasa, Aita justru merekomendasikan minyak alpukat untuk memasak. Alasannya karena minyak itu tinggi asam lemak tak jenuh tunggal yang bisa tingkatkan kadar kolesterol sehat sekaligus penyerapan beberapa nutrisi.

Menurutnya titik asap tinggi (high smoke point) minyak alpukat dirasa jadi pilihan baik untuk memasak. Karenanya ia juga menganjurkan penggunaan minyak kanola yang memiliki high smoke point lebih besar dibanding minyak zaitun.

Meski begitu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa titik asap bukan prediktor akurat dalam memasak.

Sedangkan untuk sajian dingin alias tanpa digoreng, chef Aita merekomendasikan biji rami atau flaxseed dan minyak zaitun. "Minyak biji rami berpotensi kurangi gejala radang sendi tapi saya sarankan untuk sajian dingin (tanpa digoreng)," tutur Aita.

4. Penggunaan minyak sawit dan kelapa


"Minyak ini (sawit dan kelapa) mengandung lemak jenuh dan tidak memiliki nutrisi tambahan, jadi saya sarankan untuk menggunakannya dalam jumlah sedang," ungkap Aita.

Hal itu sepertinya didukung oleh Sollid. Ia menambahkan, "Konsumsi minyak terhidrogenasi parsial (minyak kelapa dan palm) meningkatkan kolesterol total dan LDL serta trigliserida darah yang meningkatkan risiko penyakit jantung."

5. Minyak kanola dan zaitun kurang sehat


Ahli diet asal AS, Pegah Jalali, MS, RD menganggap minyak kedelai dan minyak kanola pilihan kurang sehat dibanding dengan minyak alpukat dan minyak zaitun.

"Minyak kanola dan kedelai mengandung lemak omega-6 lebih tinggi dibanding jenis lemak lainnya. Berarti mereka mudah terurai menjadi metabolit yang bersifat inflamasidiet khas Amerika yang tinggi lemak omega-6. Tubuh kita hanya membutuhkannya dalam jumlah kecil, bukan dalam jumlah besar" jelas Jalali.

Sabtu, 05 Januari 2019

Blackhole Terbesar Yang Tertangkap Kamera NASA

Blackhole Terbesar Yang Tertangkap Kamera NASA


Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ilmuwan NASA akhirnya mengungkap foto lubang hitam supermasif kepada publik.

Jarak lubang hitam tersebut sekitar 55 juta tahun cahaya dari Bumi. Ukurannya sangat besar, tiga juta kali lebih besar daripada Bumi. Ilmuwan menyebutnya sebagai lubang hitam “monster”.

Seperti kamu lihat pada foto di atas, penampakan lubang hitam memang masih blur, tetapi tampak jelas kalau lubang hitam ini dikelilingi gas terang berwarna jingga yang mirip dengan Matahari.

Dikutip BBC, lubang hitam tersebut diabadikan dari delapan teleskop yang berhubungan dalam Event Horizon Telescope (EHT).

Reino Flacke, ilmuwan dari Radboud University Belanda, yang juga terlibat dalam proyek besar ini, mengungkap kalau lubang hitam tersebut ditemukan di sebuah galaksi bernama M87.

“Apa yang kita lihat ini, ukurannya sangat besar daripada seluruh Tata Surya kita,” katanya.

“Massanya sendiri 6,5 miliar kali lebih besar daripada Matahari. Lubang hitam ini adalah salah satu lubang hitam terberat yang ada,” tambah Flacke.

“Bertahun-tahun lalu, kami berpikir kami mungkin punya kesempatan membangun teleskop raksasa untuk memburu lubang hitam. Dengan menciptakan teleskop radio di seluruh dunia untuk bekerja bersamaan dalam satu instrumen, bukanlah tugas mudah. Dan kini, kami berhasil mendapatkannya,” jelas Paul Hertz, Direktur Divisi Astrofisika NASA dalam waktu bersamaan.

Event Horizon Telescope (EHT) adalah proyek internasional yang melibatkan jaringan teleskop-teleskop di seluruh dunia. Proyek ini memang berfokus pada observasi lubang hitam.

Peter Galison, ilmuwan yang bekerja pada proyek ini, mengklaim kalau EHT berhasil menangkap foto lubang hitam yang diyakini akan menjadi paling ‘ikonik’, mengingat proses penangkapan gambar lubang hitam ini butuh waktu persiapan bertahun-tahun dan tentunya memakan dana yang besar untuk teknologi yang dibutuhkan.

“Mengambil foto lubang hitam sangat menantang, tetapi teleskop EHT menggunakan 15 dan 20 piringan lensa teleskopis agar bisa mengumpulkan gambar terbaik,” kata Galison.

Adapun foto lubang hitam yang diambil, memakan proses yang cukup lama, mengingat ilmuwan harus mengukur gelombang radio dan mengumpulkan data gambar dari komputer super.

Sebuah lubang hitam besar yang mungkin menjadi yang terbesar kedua di galaksi baru saja ditemukan

Terlepas dari EHT, sejumlah peneliti sebelumnya juga dilaporkan telah berhasil menyaksikan terbentuknya lubang hitam (black hole) untuk pertama kali sepanjang sejarah.

Kelahiran lubang hitam itu tampak seperti objek misterius yang bersinar terang.

Dikutip dari The Independent, awalnya para peneliti mengamati ada anomali cahaya yang ada di luar angkasa sejak Juni tahun lalu.

Anomali bernama 'The Cow' itu diketahui dari muncul dan menghilang secara tiba-tiba.

Kondisi itu sempat membuat bingung para peneliti. Namun dengan menggabungkan data dari sejumlah sumber, para ilmuwan akhirnya sependapat bahwa anomali ini merupakan peristiwa terbentuknya lubang hitam.

Menurut para peneliti, 'The Cow' merupakan momen saat sebuah bintang hancur menjadi objek lebih kecil dan membentuk lubang hitam atau bintang neutron.

Dengan temuan ini, para ilmuwan berencana untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami berpikir 'The Cow' merupakan momen terbentuknya lubang hitam atau bintang neutron. Kami tahu dari teori lubang hitam berasal dari bintang mati, tapi kami tidak pernah menyaksikannya saat setelah lahir," tutur ketua tim peneliti Raffaella Margutti.

Awalnya, para peneliti mengira bahwa cahaya terang itu berasal merupakan supernova atau kejadian matinya sebuah bintang. Namun setelah diamati, peristiwa itu berbeda dari biasanya.

Peristiwa kali ini mengeluarkan cahaya 100 kali lebih terang dari supernova biasa.

Selain itu, kilatan cahaya tersebut juga muncul dan menghilang lebih cepat, yakni dalam kurun waktu 16 hari.

Peristiwa ini juga dapat ditangkap dengan baik oleh para peneliti karena terjadi pada jarak yang relatif dekat. Margutti menuturkan, peristiwa terjadi pada jarak sekitar 200 juta tahun cahaya.

 
biz.