Jumat, 02 November 2018

Wisata Alam Di Sulawesi Tengah Yang Wajib Dikunjungi

Wisata Alam Di Sulawesi Tengah Yang Wajib Dikunjungi

Seiring kemudahan transportasi dan perkembangan teknologi komunikasi, kita semakin terpapar dengan tujuan wisata yang belum banyak didatangi wisatawan. Seperti daerah-daerah di Indonesia Timur yang menyimpan pemandangan menakjubkan dan pasti akan memberikan pengalaman tak terlupakan. Salah satunya, wisata di Taman Nasional Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah.

Buat kamu pecinta snorkeling atau diving, wajib hukumnya untuk melakukan perjalanan wisata di Kepulauan Togean karena ini adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki empat lingkungan terumbu karang: atol (atoll), penghalang (barrier), karang tompok (patch reef), dan terumbu tepi (fringing reefs). Dengan demikian, keanekaragaman hayati laut di Togean sangatlah kaya, bahkan beberapa spesies ikan dan karang hanya dapat ditemukan di daerah ini. Kamu juga bisa menyelam di antara pesawat peninggalan Perang Dunia Kedua. Tak hanya itu, kepulauan yang terdiri dari sekitar 66 pulau besar dan kecil ini menyediakan ragam aktivitas yang bisa memuaskan hasrat petualanganmu. Berikut enam kegiatan wisata di Kepulauan Togean:

1. Berenang Bersama Ubur-ubur di Danau Mariona

Ratusan ubur-ubur tak menyengat (stingless jellyfish) menjadikan Kepulauan Togean sebagai rumah, jadi mengapa tak menyapa dan bermain bersama mereka? ‘Danau ubur-ubur’ ini terletak di Pulau Karina, dan sebaiknya kamu datang ke sini pada pagi hari atau menjelang sore. Ya, ubur-ubur sangat sensitif terhadap sinar matahari sehingga kamu hanya akan menemukan beberapa ubur-ubur yang bermunculan ke permukaan pada siang hari.

Selain di Kepulauan Togean, ubur-ubur tak menyengat hanya ada di Danau Kakaban, Pulau Derawan dan Misool (Raja Ampat). Jika kamu ingin menyelam, tidak perlu menggunakan losion karena akan mencemari air. Meskipun kamu begitu bersemangat bermain dengan makhluk laut yang cantik ini, hindari untuk menyentuh, mencubit, atau membawa mereka keluar dari air, ya. Biarkan mereka tetap lestari dan abadi di Danau Mariona.

2. Menikmati Aktivitas Pantai di Pulau Kadidiri


Masih betah berbasah-basahan? Lanjutkan aktivitas snorkeling di Pulau Kadidiri. Lihat saja terumbu karangnya yang masih alami dan warna air laut yang sangat jernih, rugi berat kalau kamu cuma bengong di pantai. Buat yang ingin mendapatkan tantangan lebih, sewa speed boat untuk mengantarkanmu ke puing pesawat B-24 bekas peninggalan Perang Dunia Kedua. Setelah tenggelam selama puluhan tahun, memandangi terumbu karang yang menempel di pesawat tersebut tak dapat diungkapkan dengan kata-kata!

Pulau Kadidiri juga mulai diramaikan oleh resort dan bungalow yang menawarkan berbagai fasilitas hiburan untuk tamu. Dengan pasir putih dan ombak yang cukup tenang, berjemur di pinggir pantai atau mendayung kayak dapat menjadi alternatif kegiatan untuk kamu yang ingin bersantai.

3. Mendaki Gunung Colo di Pulau Una-una


Jika sudah cukup beristirahat, hari berikutnya bisa kamu isi dengan trekking di Pulau Una-una. Di sini ada Gunung Colo, yaitu gunung berapi setinggi 2,509 meter yang masih aktif. Semakin mendekati puncak, kamu akan menemukan sungai yang mengalir di antara tebing dan pepohonan yang rindang. Hati-hati, air tersebut sangat panas karena mengandung lava yang berasal dari Gunung Colo!

Waktu tempuh pendakian ke puncak Gunung Colo hanya sekitar dua jam, tapi ada baiknya meminta guide lokal untuk mendampingi. Di samping memudahkan perjalananmu, kamu juga bisa mengulik kisah-kisah tentang Kepulauan Togean dan sekitarnya.

Ambil rute berbeda saat turun dari Gunung Colo, dan akhiri petualangan dengan snorkeling lagi. Konon, Pulau Una-una merupakan lokasi menyelam terbaik di antara pulau-pulau lain di Togean. Kamu pasti tak ingin melewatkan pertemuan dengan makhluk-makhluk laut yang unik,

4. Snorkeling di Pulau Taipi


Ingin mencari spot snorkeling/diving yang sepi hingga serasa memiliki lautan untukmu sendiri? Menyeberanglah dari Pulau Kadidiri ke Pulau Taipi yang hanya berjarak 4 km.

Waktu terbaik untuk menjelajah bawah lautan Pulau Taipi adalah siang hari, karena pulau ini tergolong sepi dan jarang dikunjungi oleh wisatawan. Terumbu karang di Pulau Taipi masih sangat alami dan pasti sangat sayang untuk dilewatkan.

5. Berendam di Air Terjun Tanimpo


Kalau kamu menuju Togean dari Bandara Jalaluddin Gorontalo, kamu akan diantar oleh kapal feri ke pulau utama yaitu Pulau Wakai. Selain mengeksplorasi Desa Wakai dengan menyewa motor, kamu bisa bermain air di air terjun Tanimpo. Tak perlu khawatir tersesat, penduduk Desa Wakai sangatlah ramah dan mereka bisa menjadi guide-mu secara cuma-cuma.

Air terjun Tanimpo memiliki tujuh tingkatan ketinggian, dan menyimpan berbagai batu akik di dasar kolam. Berendam di air terjun Tanimpo bisa menjadi pemanasan sebelum kamu menjelajah bagian lain dari Taman Nasional Kepulauan Togean.

6. Berjalan-jalan di Pulau Malenge dan Pulau Papan


Mengakhiri petualanganmu di Togean, sempatkan mengunjungi jembatan yang menghubungkan Pulau Malenge dan Pulau Papan. Jembatan sepanjang 1800 meter ini sangat instagramable, pasti sukses membuat teman-temanmu iri!

Pulau Malenge adalah salah satu pulau terbesar di Togean. Di sini kamu bisa menjelajah pinggir pantai yang masih bersih, dan berbincang dengan orang-orang Suku Bajo. Tahukah kamu kalau orang-orang Suku Bajo memiliki keahlian khusus, yaitu mampu menyelam dan menahan napas dalam jangka waktu yang cukup lama?

Setibanya kamu di Pulau Papan, kamu bisa mendaki daerah yang bernama Puncak Batu Karang dan mengabadikan pemandangan Togean dalam ingatan. Terbukti, Kepulauan Togean bukan hanya tentang wisata air, tapi lebih dari itu!

Jajaran pulau dengan pepohonan yang hijau dan rimbun, pantai-pantai berpasir putih yang cantik, kekayaan bawah laut yang luar biasa, dan masyarakat yang bersahabat; yakin cukup sekali berwisata di Kepulauan Togean?

blogger

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

 
biz.