Senin, 18 Juni 2018

Mitos Tentang Pilek Pada Anak


Mitos Tentang Pilek Pada Anak

Anak-anak di bawah usia 3 tahun rentang pilek. Rata-rata anak akan mengalami enam hingga delapan kali pilek dalam setahun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah tangan kotor.

Anak-anak dan orangtua sering mengabaikan penyakit ini, virus cenderung bersarang di tangan, pakaian, dan mainan mereka - di mana virus itu dapat hidup selama 30 menit. Ketika anak lain menyentuh mainan yang terinfeksi dan kemudian menggosok hidung atau matanya, dia bisa terjangkit virus tersebut.

Namun, mengalami pilek untuk anak kecil ternyata dapat melindungi anak-anak di kemudian hari. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang sering menderita pilek di prasekolah, anak-anak tersebut akan lebih sedikit mengalami pilek selama tahun-tahun di sekolah.

Ini terjadi karena sistem kekebalan mereka telah belajar mengenali dan melawan virus. Dan sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa bayi yang menderita lebih dari satu pilek sebelum ulang tahun pertama kemungkinan kecil terkena asma pada usia 7 tahun.

Penyakit pilek yang sering terjadi pada anak anak ini seiring berjalannya waktu terdapat sebuah mitos yang sebenarnya keliru.

1. Antibiotik akan membantu anak mengatasi flu

Hal ini ternyata keliru. Karena pilek disebabkan oleh virus, mereka tidak dapat diobati dengan antibiotik, yang hanya membunuh bakteri.

2. Ingus hijau berarti anak menderita infeksi sinus


Ketika anak mengalami pilek dan ingus yang keluar dari hidungnya berwarna hijau, orangtua seringkali panik. Pasalnya ingus hijau dipercaya bahwa anak sedang terinfeksi sinus. Tapi ternyata tidak. Pilek biasanya melewati fase ketika sekresi hidung kekuningan atau kehijauan. Dan itu wajar.

3. Kelaparan mempermudah kedinginan

Penting bagi anak untuk makan agar tubuhnya tetap kuat dan membantunya melawan infeksi. Namun, jangan khawatir, jika anak tidak punya nafsu makan selama satu atau dua hari. Pastikan dia terus minum. "Jika dia demam dan pilek, mudah baginya mengalami dehidrasi," kata Dr. Carol J. Baker, MD, seorang profesor pediatri di Baylor College of Medicine di Houston.

4. Anak tidak boleh batuk

Batuk sebenarnya adalah mekanisme perlindungan yang membersihkan lendir dari saluran pernapasan anak. Hindari memberinya penghilang batuk kecuali jika secara khusus direkomendasikan oleh dokter.

5. Herbal, vitamin, dan mineral mencegah penyakit


Para peneliti telah menguji vitamin C, echinacea, dan seng secara ketat dan hasilnya mengecewakan. Faktanya, satu penelitian baru-baru ini menemukan bahwa beberapa anak yang mengonsumsi seng memiliki efek samping yang tidak menyenangkan, seperti mual, diare, dan iritasi tenggorokan.

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

 
biz.